Jakarta (MCH)--Sehari menjelang hari terakhir pelunasan BPIH, calhaj yang telah melunasi BPIH berjumlah 192.997 orang, terdiri dari jemaah regular 178.008 orang dan BPIH Khusus 14.989 orang. Hal itu diungkapkan Direktur Pelayanan Haji Zakaria Anshar, di Jakarta, Selasa (11/8). Menurut Zakaria, calha...
I. Pelunasan BPIH Tahun 1430 H/ 2009 M bagi jemaah haji reguler dilaksanakan dengan ketentuan sbb : Pembayaran pelunasan BPIH tahun 1430 H/ 2009 M dilaksanakan selama 22 hari kerja sejak tanggal 13 Juli s.d 12 Agustus 2009, pada BPS-BPIH yang tersambung dengan SISKOHAT setiap hari kerja. Jemaah haj...
Jakarta (MCH). Syaikhul Azhar, Mohammad Sayyid Thantawi wafat dalam usia 81 tahun di tengah kunjungannya ke Riyadh, Arab Saudi. Menurut media resmi Mesir, "Syekh Al Azhar, Mohammad Sayyid Thantawi, meninggal Rabu pagi di Riyadh, ibukota Arab Saudi setelah terkena serangan jantung mendadak." Diberitakan BBC edisi Rabo, 10 Maret kemarin pagi hari ini, Syekh Al-Azhar tiba di Riyadh hari Selasa untuk menghadiri upacara penghargaan Anugerah International Raja Faisal. Menurut Abdullah Al Najjar, penasihat Syaikhul Azhar, kematian itu seperti sudah diisyaratkan sendiri oleh Syaikh. Dalam sebuah wawancara dengan televisi Mesir, Nil, Tantawi mengatakan kematian adalah sebuah kejutan. Ketika meninggalkan Kairo, Mesir, Syaikh dalam kondisi kesehatan yang sangat baik. Syaikh Thantawi menjabat sebagai Syaikhul Azhar sejak tahun 1996, menggantikan Syaikh Jadil Haq Ali Jadil Haq yang wafat tahun uitu juga. Syaikh Thantawi adalah ulama yang memiliki pandangan moderat. Ia pernah melarang penggunaan niqab atau cadar yang memicu amarah kalangan garis keras di Mesir. Langkah ini dipandang sebagai sebuah bagian dari perjuangan menciptakan Islam moderat yang iinginkan negara dan bertolak belakang dengan keinginan sebagian rakyat Mesir. Menurut kantor berita Reuters, mengutip Hassan Asyraf, salah seorang staf Tantawi, Syaikh Washil Hasan yang selama ini menjadi wakil Syaikhul Azhar bisa menggantikannya sementara sampai presiden Mesir menunjuk Syaikhul Azhar definitif. Syaikhul Azhar adalah pemimpin lembaga wakaf Al-Azhar yang sangat kaya. Kedudukan Syaikhul Azhar di Mesir sangat tinggi yang secara simbolik menyamai perdana menteri. (MH)
Jakarta (MCH). Ikatan Persaudaraan Ibadah Haji (IPHI)
Kabupaten Pekalongan mempertanyakan laporan pertanggungjawaban (LPJ)
pembiayaan pemberangkatan dan pemulangan ibadah haji 2009. Sekretaris
IPHI H Subarno menjadi juru bicara dan menyampaikan evaluasi tertulis
Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) 2009. Kepada Suara Merdeka
Subarno menandaskan, banyak laporan keuangan penggunaan dana yang
dinilai janggal karena tidak dilengkapi kuitansi atau tanda terima.
Di
antaranya terkait biaya pembukaan dan penutupan manasiik haji, sewa
truk, kesekretariatan dan survei pemasangan katering atau transit.
"Pada pembukaan dan penutupan manasik senilai Rp 27 juta hanya
dilampiri rincian pengeluaran tanpa selembar kuitansipun," ujarnya, seperti dikutip Harian Suara Merdeka edisi Rabu, 10 Maret hari ini.
Kepala
Kantor Depag HA Umar saat dikonfirmasi mengatakan, secara normatif
penggunaan dana untuk biaya haji sudah diatur dan diawasi secara ketat.
Untuk penggunaan dana APBN misalnya diawasi oleh pengawas dari pusat
begitu juga dari APPBD diawasi oleh inspektorat. (*)
Jakarta (MCH). Pemerinta Malaysia sedang berunding
dengan pihak berkuasa Arab Saudi untuk memohon kouta tambahan khas bagi jemaah
haji Malaysia, terutama jemaah usia tua untuk bisa menunaikan haji.
Hal ini dikemukakan Menteri di
Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Jamil Khir Baharom. Kuota haj Malaysia
selama ini adalah 26.000 jemaah yang
sekarang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan dan jumlah jemaah haji Malaysia
yang meningkat setiap tahun.
Menurut Baharom, jika batasan kuota ini tetap dan tak ada penambahan, maka akan
dikhawatirkan jemaah usia lanjut ada
yang tidak sempat menunaikan fardu haji.
"Ini karena
jemaah usia lanjut terutama mereka yang berumur 75 tahun ke atas lebih terdedah
dengan pelbagai risiko penyakit. Oleh
itu, kita sedang berunding dengan pihak berkuasa Arab Saudi supaya memberi
kouta tambahan khas untuk tempo dua atau tiga tahun kepada Malaysia, bagi
mengurangkan jumlah bakal haji yang menunggu giliran begitu lama kerana
melebihi kouta," katanya, seperti dikutip Kantor Berita Malaysia Bernama
edisi Ahad, 7 Maret hari ini.
Baharom bersama Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak ketika mengerjakan
umrah baru-baru ini telah menyuarakan pandangan itu kepada pihak berkenaan dan
kini ia dalam peringkat kajian pihak terlibat.
Mengenai
sambutan negara luar terhadap pengendalian jemaah haji oleh Lembaga Tabung Haji
Malaysia (Tabung Haji), Jamil Khir berkata kerajaan sedia memberi khidmat
bimbingan kepada negara luar, terutama dari Afrika "Kita diberi kepercayaan dan penghormatan
yang begitu tinggi oleh negara luar dalam mengendalikan sistem perkhidmatan
jemaah haji melalui Tabung Haji karena ternyata ia berkesan," katanya.
Ditanya mengenai memorandum yang diserahkan oleh pihak agensi pelancongan
supaya kerajaan menghapuskan subsidi kepada jemaah haji dalam mengerjakan
ibadah haji, Baharom menjawab, apa yang dilaksanakan pemerintah adalah sebagai
suatu pertimbangan untuk meringankan beban mereka yang kurang mampu. Pemerintah,
katanya, terpaksa menampung kos subsidi RM2.620 bagi setiap jemaah haji atau
mencecah RM57 juta setahun. (MH)
Jakarta (MCH). Seluruh ulama yang hadir
dalam kajian islam ke 14 di Al-Azhar, Kairo, menyepakati pernyataan
Syaikhul Azhar Sayyid Muhammad Thanthawi bahwa siapa saja yang menghina
dan menjelekkan sahabat Rasulullah berarti keluar dari Islam. Hal ini
dikemukakan Thanthawi pada saat kajian yang mengambil topik ‘Para
Sahabat Rasulullah.” “Barangsiapa dengan sengaja menghina dan
menjelekkan sahabat Rasulullah maka dia telah dianggap keluar dari
islam. Islam melarang penghinaan semacam itu,” katanya seperti dikutip
harian Asyarqul Awsath (Arab Saudi) edisi Selasa, 2 Maret kemarin lalu.
“Para sahabat rasulullah itu adalah tokoh yang dipuji oleh Allah dan
Rasulullah yang tak layak dicaci dan dihina siapa pun,” lanjutnya. Dalam
makalahnya, Dr. Abdus salam Al-Ibadi, Menteri Wakaf Yordania sangat
pihatin dengan ketegangan yang terjadi antara Syiah dan Suni, khususnya
di wilayah negara-negara teluk. Ia menginginkan adanya pendekatan baru
terhadap dua kelompok ini untuk menciptakan perdamaian Islam yang
hakiki. Hal senada dikemukakan Sayid Ali Al-Hasyimi, Ketua Mahkamah Agung Uni Emirat Arab. Menurutnya,
dua kelompok Syiah dan Sunni ini sudah lama hidup berdampingan di
Emirat. Menurut Al-Hasyimi, selama ini antara Sunnah dan Syiah terjadi
perbedaan dalam soal siapa yang lebih utama (mufadhalah) dalam sahabat.
“Masalah ini adalah masalah dzanniyah bukan qath’i menurut faham
ahlussunnah wal jemaah,” katanya seraya menyitir pendapat yang
mengukuhkan pendapat itu, antara lain Imam Baqillani, Imam Haramain,
Al-Ghazali, Al-Mawardi, Al-Maziri, Syarif Al-Jurjani, Al-Qurthubi,
At-Taftazani, Syahrawardi, Ibnu Hajar Al-Haytsami dan lain sebagainya. Syaikh
Yahya Ar-Rafi’i, Qadli Besar Libanon yang mewakili Mufti Libanon Syaikh
Muhammad Rasyid Al-Qabbani, menyatakan bahwa dialog antara Sunnah dan
Syiah hanya mercu suar saja yang tak memiliki dampak apa pun. (MH)
Jakarta (MCH). Hubungan diplomatik Indonesia
– China
sudah berlangsung 60 tahun. Memperingati hubungan kedua negara itu akan
diselenggarakan expo kebudayaan dan kesenian Islam China
pada bulan Oktober 2010 mendatang di Indonesia . Acara ini direncanakan
diisi dengan berbagai kegiatan seperti pameran kaligrafi, lukisan, pameran foto
serta ceramah ilmiah.
Dalam rangka itu Kementerian Agama RI menjalin kerjasama
dengan Departemen Administrasi Keagamaan China dengan menandatangani naskah
kerjasama oleh Sekjen Kementerian Agama RI, Bahrul Hayat PhD dan Direktur
Hubungan Luar Negeri Departemen Administrasi Keagamaan China Ms. Guo Wei pada
kunjungan delegasi China di kantor Kementerian Agama Jl. Lapangan Banteng 3-4
Jakarta Pusat, Kamis (4/3).
Selain Ms Guo Wei, rombongan delegasi China antara lain Mr. Yang Zhibo,
Wakil Presiden Asosiasi Islam China, , Mr Zhang Lin, Wakil Sekretaris Jenderal
Asosiasi Buddha China, Mr. Min Chang Kepala Departemen Studi Islam Asosiasi
Islam China serta Mr. Xiao Dexiong, dari Departemen Administrasi Agama China.
Delegasi disambut Sekjen Kemenag didampingi Kepala Biro Hukum dan Kerjasama
Luar Negeri Mubarok, Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Machasin, Direktur
Urusan Aagama Islam dan Pembinaan Syariah Rohadi Abdul Fatah, Kepala Pusat
Informasi Keagamaan dan Kehumasan Masyhuri AM.
Ms Guo Wei mengatakan, Departemen Administrasi Keagaman China berdiri
tahun kedua setelah RRC berdiri, setingkat kementerian. Di China terdapat lima agama resmi;
Tao, Islam, Buddha, Khatolik dan Kristen hidup secara harmonis. “Berdasarkan konstitusi dan Undang-Undang untuk
mendorong keberadaan ajaran agama tersebut,” imbuhnya.
Ia juga mengatakan, dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomatik
Indonesia-China pihaknya pada tahun ini akan menyelenggarakan serangkaian acara
antara lain expo kebudayaan dan kesenian Islam China pada Oktober nanti di
Jakarta. “Ini satu-satunya acara yang mengenai agama,” jelas pejabat tinggi
China ini.
Wakil Ketua Asosiasi Islam China, Mr. Yang Zhibo menambahkan, penyelenggaraan
expo kebudayaan dan kesenian Islam China nanti akan menampilkan berbagai acara
antara lain pameran foto, kaligrafi, lukisan, Musabaqah Tilawatil Quran,
ceramah akademi serta pertunjukan budaya dan kesenian Islam China. “Kami juga
mengharapkan bantuan dari Kementerian Agama RI serta ormas-ormas Islam seperti
Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk suksesnya kegiatan ini,” kata Yang
Zhibo.
Ia juga menjelaskan pada saat ini cukup banyak penduduk China yang menganut
agama Islam. Di negeri tirai bambu ini saat ini terdapat lebih kurang 40 ribu
masjid dengan sekitar 50 ribu imam. Selain itu juga terdapat 10 perguruan
tinggi agama Islam. ”Asosiasi kami juga setiap tahun mengirim jemaah haji ke Mekkah,”
ungkap Yang Zhibo.
Dalam kesempatan
itu, Sekjen Bahrul Hayat menjelaskan kiprah Kementerian Agama sebagai instansi
yang berdiri enam bulan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus
1945. Kehadiran kementerian ini agar umat beragama dapat menjalankan ajaran
agama sebaik-baiknya. “Para pendiri bangsa meyakini agama harus diberi
perhatian oleh pemerintah,” tambahnya.
Sekjen juga menyambut baik penyelenggaraan expo kebudayaan dan kesenian
Islam China di Indonesia. “Kami juga berharap dapat memperluas kerjasama
seperti beasiswa bagi yang ingin belajar studi Islam di Indonesia,” kata
Bahrul. (Kadar Santoso)